Jika hasilnya memang benar-benar bagus, pihaknya akan mencoba melakukan seismik 3D pada Maret atau April 2025 selama sekitar 7 bulan. Setelah itu baru bisa menetukan titik-titik sumur tambahan, seiring dengan rencana pembangunan gas plant.
“Target kita, blok ini sudah bisa berproduksi pada tahun 2028 atau awal 2029,” ujarnya.
Saat ini, kata Sabidi, di Blok Bungin luas lahan untuk setiap sumur adalah 2 hektare, tapi nanti akan dikembangkan menjadi 3 hektare. Untuk pembangunan plant rencananya akan membutuhkan luas area sekitar 10 hektare.
Sabidi mengatakan, sumur Jindi yang sudah berproduksi ada 4 yakni Sumur Hari 1,2, 3, dan 6 di daerah Kecamatan Maro Sebo Ulu dan Mersam, Kabupaten Batang Hari tetapi hasilnya belum begitu besar.
“Harapan kita di Blok Bungin ini yang nantinya akan produksi banyak,” tandas Sabidi. Sele Raya Merangin Dua (SRMD). Upaya pemenuhan kebutuhan migas nasional juga diperoleh dari KKKS Sele Raya Merangin Dua (SRMD). Perusahaan pertambangan migas yang berkantor pusat di Sumatra Selatan ini terus berupaya meningkatkan produksinya. Sebagai langkah konkrit, SRMD akan melakukan pengeboran di 2 sumur pengembangan baru, di Desa Lubuk Napal, Kabupaten Sarolangun, Jambi. Sumur Belato 8 dengan kedalaman 2.300 kaki ditargetkan menghasilkan 240 BOPD, sedangkan Sumur Belato 9 dengan kedalaman 3.700 kaki menyumbang 150 BOPD.
